ANDA PENGUNJUNG KE :

Rabu, 27 Januari 2021

Hubungan Ketergantungan Antarruang dalam Konsep Ekonomi

Salah satu kebutuhan primer manusia yang harus dipenuhi ialah sandang. Apa sih sandang itu? Sandang merupakan pakaian yang digunakan manusia untuk menutupi tubuh. Nah, ngomong-ngomong soal pakaian nih, kamu lebih sering belanja lewat toko daring atau datang langsung ke tokonya? Kayaknya di zaman perkembangan teknologi seperti saat ini, kamu pasti nggak asing deh dengan belanja melalui sistem daring.

seberapa besar generasi millenial belanja online

Tapi, apakah kamu pernah berpikir proses-proses apa saja yang “dialami” oleh pakaian yang kamu terima dari toko daring tersebut? Misal, kamu beli sweater dengan motif batik dari toko daring di Solo, sedangkan kamu berada di Jakarta. Otomatis toko yang berada di Solo nggak mungkin bisa mengantarkan pesanan kamu langsung dong? Toko tersebut pasti membutuhkan jasa pengiriman. Nah, inilah salah satu bentuk ketergantungan antarruang. Toko yang berada di Solo nggak mungkin mengantar langsung ke Jakarta. Begitu juga yang ada di Jakarta, mau cari sweater motif batik Solo nggak mungkin datang langsung ke toko yang ada di Solo.

Nah, di artikel kali ini kita akan sama-sama membahas tentang ketergantungan antarruang yang ada di dalam konsep ekonomi seperti pemanfaatan sumber daya alam, pemanfaatan sumber daya manusia, pemanfaatan kewirausahaan, dan pemanfaatan modal.

pemanfaatan sumber daya alam

Kita harus bersyukur Squad, Indonesia memiliki sumber daya alam yang sangat melimpah. Ada ribuan spesies tumbuhan dan hewan yang hidup di Indonesia. Kenapa ya Indonesia bisa memiliki keanekaragaman hayati yang begitu banyak? Ini karena Indonesia memiliki iklim tropis dan curah hujan yang cukup tinggi. Maka kamu jangan heran jika dari sektor pertanian dan perkebunan, Indonesia memilki berbagai macam tanaman yang bisa dijadikan komoditas.

pemanfaatan sda di indonesia-1

Oh iya, di sektor perkebunan dan pertanian, Indonesia juga kaya akan sumber daya pertambangannya. Kamu pasti tahu dong tambang emas yang ada di Papua? Yaps, Freeport. Bisa kebayang nggak sih, itu wujudnya sebuah gunung yang kandungan di dalamnya emas, nikel, dan perak. Harusnya, Indonesia bisa menjadi negara yang maju seperti Amerika Serikat, Inggris, atau negara di Eropa lainnya. Tapi kenapa masih ada kemiskinan di Indonesia?

Selain karena faktor sumber daya manusia yang belum cukup, pengelolaan hasil tambang itu diperlukan modal yang besar dan teknologi/peralatan yang canggih. Inilah yang menyebabkan beberapa tempat penambangan di Indonesia masih dilakukan oleh perusahaan asing.

Apakah hanya sektor pertanian dan pertambangan saja kekayaan yang dimiliki Indonesia? Coba lihat fakta berikut ini.

penduduk miskin menggantungkan hidup dari mana

Hmmm...kamu lupa ya bahwa wilayah Indonesia itu sebagian besar merupakan laut? Jangan heran kalau catatan dari UNDP dan BPS mengatakan bahwa hasil pemanfaatan kelautan di Indonesia begitu besar.

Coba kamu bayangkan, lebih dari 50 persen kebutuhan protein nasional itu dipenuhi dari sektor perikanan. Artinya apa? Yaps, kekayaan laut yang ada di Indonesia begitu melimpah. So, siapa di antara kamu yang masih nggak suka makan ikan? Mulai sekarang, yuk rajin mengonsumsi ikan.

pemanfaatan sumber daya manusia

Selain sumber daya alam, kualitas sumber daya manusia juga memengaruhi dalam ketergantungan antarruang. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, kalau teknologi canggih yang digunakan dalam proses penambangan tersebut, berasal dari luar negeri. Begitu pula pengoperasiannya. Kita sebagai bangsa Indonesia, tentunya berharap jika suatu saat nanti baik pengoperasian atau penciptaan alat-alat berteknologi canggih bisa diproduksi di dalam negeri.

Baca Juga: Mengembangkan Ekonomi Kreatif berdasarkan Potensi Wilayah

Nah, ngomong-ngomong tentang sumber daya manusia, nggak lepas dari tenaga kerja. Di Indonesia, tenaga kerja yang ada memiliki beberapa karakteristik seperti:

1. pendidikan yang masih rendah;

2. angka pengangguran masih cukup tinggi;

3. kompetensi dan etos kerja yang masih rendah; dan

4. masih belum bisa move on dengan budaya kerja agraris (menggantungkan pada alam).

pembagian tenaga kerja di indonesia

Kira-kira menurut kamu nih, dari ketiga pembagian tenaga kerja pada gambar di atas, lebih banyak mana ya? Tenaga kerja terdidik, tenaga kerja terlatih, atau tenaga kerja tidak terdidik?

pemanfaatan kewirausahaan dan modal

Siapa di antara Squad yang sudah punya usaha kecil-kecilan nih? Entah jualan pulsa atau menjual kue buatan sendiri? Hmmm...atau mungkin kamu sudah punya toko daring sendiri? Wah, kalau kalian sudah memulai usaha sejak usia remaja, nantinya kalian bisa menjadi pengusaha tuh.

Dalam konsep ekonomi nasional, wirausaha itu sendiri punya peranan yang cukup penting. Bukan hanya menyerap tenaga kerja aja Squad, wirausaha juga bisa menjadi salah satu sumber penerimaan pajak. Di era modern seperti ini banyak kok usaha-usaha yang memanfaatkan kemajuan teknologi. Pernah mendengar kata “start-up”? Nah, di era kemajuan teknologi seperti saat ini, ada peluang tuh buat kamu nantinya bisa membuat sebuah start-up

negara dengan jumlah start up terbanyak

Kegiatan wirausaha itu sendiri nggak terlepas dari yang namanya modal. Modal itu nggak cuma uang lho Squad. Bisa berupa alat-alat penunjang produksi juga. Modal ini menjadi faktor yang cukup penting. Kenapa? Yaaa...kalau modalnya kurang, maka proses produksi dan distribusi bakalan terganggu. Ujung-ujungnya, sebuah usaha bisa gulung tikar kalau modalnya kurang.

Ada yang menarik nih Squad. Umumnya, negara-negara berkembang seperti Indonesia, memiliki modal yang minim untuk melakukan suatu proses produksi. Tapi, punya bahan baku yang melimpah. Nah, pemerintah itu melakukan inisiatif untuk menutupi kekurangan modal, negara berkembang menawarkan kerjasama dalam penanaman modal dari pihak asing.

penanaman modal asing januari maret 2018

Gimana nih Squad setelah tahu ketergantungan antarruang dalam konsep ekonomi, apa kamu berminat mau jadi pengusaha atau pegawai teladan? Apa pun minat kamu, alangkah baiknya kamu latih minat tersebut dengan guru yang berkualitas. Kamu bisa dapatkan guru berkualitas yang akan mengasah minat kamu hanya di ruangles.

ruangles

Referensi:

Kurnia A. (2017) IPS Terpadu SMP Kelas IX. Edisi ke-2. Jakarta: Yudhistira


sumber:https://blog.ruangguru.com/

Kamis, 14 Januari 2021

MENGENAL KELANGKAAN DAN KEBUTUHAN MANUSIA

Kalian pernah nggak sih ingin beli suatu mainan tapi akhirnya nggak kesampaian? Rasanya gimana tuh? Sedih kan? Pasti di antara kamu ada yang ngambek ke ayah dan ibu deh. Padahal, kalau kamu mau tahu, ada alasan kenapa ayah dan ibu kamu nggak mau membelikan mainan tersebut. Ya, mungkin saja karena harganya mahal alias tidak gratis. Mahalnya suatu barang itu bisa jadi karena produksinya sedikit, atau jarang yang bisa memproduksinya. Bahasa kerennya itu limited edition. Kamu tahu nggak kalau itu tadi contoh dari sebuah konsep kelangkaan?

Kok bisa?

Yups, kelangkaan itu merupakan suatu masalah dalam ekonomi. Kelangkaan itu timbul karena barang yang kita inginkan jumlahnya terbatas, sedangkan keinginan manusia tidak terbatas. Berbanding terbalik kan?

Sama kayak bensin yang sering langka. Itu karena produksinya yang terkendala, tapi kita yang butuh pasti banyak. Maka timbul kelangkaan dengan tandanya antrian yang panjang banget.


                                                    sumber: nasional.kompas.com


Balik lagi ya ke pembahasan kita nih. Adanya ilmu ekonomi itu merupakan salah satu cara untuk mengatasi kelangkaan untuk memenuhi kebutuan manusia. Eh, ngomong-ngomong tentang kebutuhan manusia, kamu tahu nggak sih apa yang dimaksud dengan kebutuhan manusia itu?

Konsep kebutuhan manusia ialah keinginan dari manusia yang harus dipenuhi. Kalau kebutuhan ini nggak dipenuhi bisa mengganggu kehidupan manusia. Masalahnya, nggak semua kebutuhan manusia bisa dipenuhi.

Sekarang kita pelajari yuk macam-macam kebutuhan manusia. Kebutuhan manusia itu bisa dibedakan menjadi 3 macam. Pertama menurut intensitas atau tingkatannya, kedua menurut sifatnya, ketiga menurut waktu penggunaannya.


A. Kebutuhan menurut intensitas atau tingkatan

 

Menurut intensitas atau tingkatannya, kebutuhan manusia terbagi menjadi 3, yakni kebutuha primer, kebutuhan sekunder, dan kebutuhan tersier.

1. Kebutuhan primer

Pasti kamu sering mendengar kata-kata sandang, pangan, dan papan. Kalau zaman now ditambah dengan charger-an. Nah, kebutuhan primer itu merupakan kebutuhan yang paling penting untuk dipenuhi. Kalau tidak terpenuhi, maka akan mengancam hidup dari manusia.

Contoh kebutuhan primer yakni, makan, minum, pakaian, dan tempat tinggal.

kelangkaan dan kebutuhan manusia

 

2. Kebutuhan sekunder

Kalau primer sudah terpenuhi, maka kebutuhan manusia akan meningkat nih, Squad. Yups, kebutuhan sekunder itu merupakan kebutuhan yang kepentingannya berada di tengah-tengah. Kalau kebutuhan ini nggak terpenuhi, nggak bikin hidup manusia terancam kok.

Contoh kebutuhan sekunder yakni meja, kursi, handphone, dan koneksi internet.

3. Kebutuhan tersier

Kamu pernah lihat nggak mobil sport yang mewah banget? Harganya yang bisa milyaran rupiah itu lho, Squad. Nah, itu termasuk kebutuhan tersier. Kebutuhan ini sama sekali tidak mengancam kehidupan manusia, hanya mengancam gengsi saja. Yups. kebutuhan ini lebih mengedepankan gengsi.

Contoh kebutuhan tersier yakni, mobil mewah, kapal pesiar, motor sport yang mahal.

 

B. Kebutuhan menurut sifat dan waktu penggunaannya

 

Kebutuhan menurut sifatnya ini terbagi menjadi dua yakni kebutuhan jasmani dan kebutuhan rohaniKebutuhan jasmani ini merupakan kebutuhan yang diperlukan oleh fisik tubuh manusia seperti makan, minum, olahraga, dan obat jika kamu sakit. Kalau kebutuhan rohani ini diperlukan batin atau jiwa manusia, seperti ketenangan, keamanan, dan kesehatan mental.

Jika berdasarkan waktu penggunaannya maka terbagi menjadi dua, yakni sekarang dan yang akan datang. Kebutuhan yang harus dipenuhi sekarang ini artinya tidak dapat ditunda. Misalnya nih kamu lagi lapar, maka saat itu kamu harus makan. Beda dengan kebutuhan yang akan datang. Kebutuhan ini dapat ditunda atau ditangguhkan karena dibutuhkannya di masa yang akan datang, seperti menabung atau ikut jaminan kesehatan kalau kamu tiba-tiba sakit.

kelangkaan dan kebutuhan manusia
 

C. Kebutuhan menurut subjeknya

 

Kalau kebutuhan menurut subjeknya itu terbagi menjadi kebutuhan individual dan kebutuhan kelompok. Kebutuhan individual itu contohnya kalau kamu udah pakai pasta gigi buat gosok gigi nih, nah pasta gigi tadi nggak bisa dikembalikan dalam isi yang full lagi kan? Sama kayak kamu beli air mineral dalam botol. Sudah kamu minum satu kali tegukan, nggak bisa full lagi kan isinya? Seperti itulah kebutuhan individual yang mana jika sudah digunakan, maka tidak dapat digunakan kembali lagi.

Nah, kalau kebutuhan kelompok itu kebutuhan yang ada kaitannya dengan orang banyak. Artinya, kebutuhan itu bisa digunakan bersama-sama. Contohnya ya seperti jembatan dan jalan raya.

kelangkaan dan kebutuhan manusia

 


Referensi:

Setiawan D, Winarsih E, Sindhu Y. (2017) IPS Terpadu untuk SMP/MTs Kelas VII. Jakarta: Erlangga

Sumber foto:

Foto 'antrian kelangkaan bensin' [Daring]. Tautan: https://nasional.kompas.com/read/2014/08/26/20350431/.Masa.Orang.Ngantre.Pakai.Jeriken.Dibiarin. (Diakses: 15 Desember 2020)

Sumber:https://blog.ruangguru.com

Senin, 23 November 2020

CARA MUDAH VERVAL IJAZAH DI INFO GTK UNTUK PERSIAPAN SELEKSI PPPK

 


Sahabat pembaca Info PPPK, terutama untuk Guru Tidak Tetap (GTT), saat ini jika anda login di Info GTK dengan alamat https://info.gtk.kemdikbud.go.id/ nanti otomatis akan muncul popup untuk melakukan verifikasi ijazah S1/D4. Hal ini sehubungan dengan adanya rencana pelaksanaan seleksi PPPK. GTT diharapkan memastikan data program studi sudah terverifikasi sesuai dengan ijazah yang dimiliki.

Berikut cara mudah untuk verval ijazah:

  1. SIAPKAN IJAZAH S1/D4 melalui laman https://ijazah.kemdikbud.go.id/

2. BUKA LAMAN INFO GTK

a. https://info.gtk.kemdikbud.go.id/

b. login langsung ke GTK atau melalui SSO Dapodik

c. Masukan Username dan Password ptk anda

d. Tunggu notifikasi VERVAL IJAZAH berwarna ungu

e. Klik ini untuk verval ijazah S1/D4

f. Isikan :

  • Perguruan Tinggi
  • Prodi
  • NIM
  • Cek
  • Simpan

g. Jika data anda ditemukan silahkan periksa terlebih dahulu, kemudian klik SIMPAN

h. Selanjutnya akan muncul notifikasi DATA SUDAH DIVERVAL PADA : tanggal dan jam

i Jika data anda tidak ditemukan silahkan lakukan unggah dokumen ijazah (PDF maks 1MB)

Kamis, 19 November 2020

Perubahan Sosial-Budaya


sumber: http://pendidikanzone.blogspot.com/


Masih ingat keadaan sekolah kita ketika masih SD? Bagaimana keadaannya, jalan-jalan yang sering kita lewati termasuk warung atau toko-tokonya, bangunan-bangunannya, dan orang-orang yang sering kita jumpai ketika itu? Apakah ada perubahan atau masih tetap seperti yang dulu?


Jika kita amati di sekitar kita, nampak bahwa anak-anak sekarang kebanyakan bermain gadget. Tentu berbeda dengan kebiasaan anak-anak jaman dulu yang menggunakan alat yang dibuat sendiri. Model permainannya juga berbeda. Kalau dulu anak-anak main petak umpet.

Jika ditelusuri perkembangan perubahan yang terjadi dalam masyarakat, bahwa perubahan itu berkaitan dengan adanya perbedaan, perbedaan itu berkaitan dengan waktu dan keadaan masyarakat. Pada masyarakat perkotaan tentu perubahan itu akan lebih cepat terjadi dibandingkan dengan masyarakat pedesaan.


Berkaitan dengan perubahan budaya, kita dapat mengkaitkan dengan bentuk-bentuk kebudayaan itu. Budaya yang bersifat fisik lebih mudah berubah. Misalnya mode pakaian, potongan rambut, bentuk rumah, bentuk meja-kursi dan sebagainya.

Sedangkan budaya non fisik relatif lamban mengalami perubahan seperti, tradisi, sistem kepercayaan, etika, nilai dan norma-norma lainnya yang ada dalam masyarakat.

Berikut ini salah satu contoh definisi perubahan sosial budaya di antara sekian banyak definisi yang pernah dirumuskan oleh para ahli sosiologi.

Perubahan sosial budaya adalah perubahan pola perilaku, hubungan sosial, lembaga, dan struktur sosial pada waktu tertentu.

Difinisi lainnya perubahan sosial adalah segala perubahan-perubahan pada lembaga kemasyarakatan yang kemudian mempengaruhi nilai-nilai, sikap-sikap, pola-pola perilaku antara kelompok-kelompok yang terdapat dalam masyarakat.

Di samping perubahan dalam hal bentuk, ternyata perubahan itu juga berkaitan dengan fungsi. Hal ini
nampak dari fungsi Stupa Burubudur ketika dulu didirikan berfungsi sebagai tempat ibadah bagi umat Budha, tetapi sekarang monumen itu lebih banyak berfungsi sebagai obyek wisata.

Dalam perubahan sosial dan budaya masyarakat ternyata ada budaya yang mudah berubah dan ada budaya yang lamban mengalami perubahan.

Keragaman Etnik Dan Budaya Di Indonesia



sumber: www.jatikom.com


Keragaman Etnik dan Budaya masyarakat Indonesia merupakan masyarakat yang memiliki suku bangsa dan budaya yang beragam. Suku bangsa sering juga disebut etnik. Menurut Koentjaraningrat, suku bangsa berarti sekelompok manusia yang mempunyai kesatuan budaya dan terikat oleh kesadaran budaya tersebut, sehingga menjadi identitas. Kesadaran dan identitas biasanya dikuatkan oleh kesatuan bahasa. Jadi, suku bangsa adalah gabungan sosial yang dibedakan dari golongangolongan sosial sebab mempunyai ciri-ciri paling mendasar dan umum berkaitan dengan asal-usul dan tempat asal serta kebudayaan. Ciri-ciri suku bangsa memiliki kesamaan kebudayaan, bahasa, adat istiadat, dan nenek moyang. Ciri-ciri mendasar yang membedakan suku bangsa satu dengan lainnya, antara lain bahasa daerah, adat istiadat, sistem kekerabatan, kesenian daerah, dan tempat asal.  



Keragaman Etnik dan Budaya bangsa Indonesia, terutama terbentuk oleh jumlah suku bangsa yang mendiami berbagai lokasi yang tersebar. Setiap suku bangsa mempunyai ciri atau karakter tersendiri, baik dalam aspek sosial atau budaya. Menurut penelitian Badan Pusat Statistik yang dilaksanakan tahun 2010, di Indonesia terdapat 1.128 suku bangsa. Antarsuku bangsa di Indonesia mempunyai berbagai perbedaan dan itulah yang membentuk keanekaragaman di Indonesia.

Kehidupan sosial budaya


sumber: moondoggiesmusic.com

Masyarakat Indonesia sangat beragam. Keragaman tersebut dipengaruhi faktor lingkungan. Masyarakat yang tinggal di daerah pegunungan akan lebih banyak menggantungkan kehidupannya dari pertanian, sehingga berkembang kehidupan sosial budaya masyarakat petani. Sementara itu, daerah pantai akan memengaruhi masyarakatnya untuk mempunyai mata pencarian sebagai nelayan dan berkembanglah kehidupan sosial masyarakat nelayan.

Keragaman bangsa Indonesia tampak pula dalam seni sebagai hasil kebudayaan daerah di Indonesia, misalnya dalam bentuk tarian dan nyanyian. Hampir semua daerah atau suku bangsa mempunyai tarian dan nyanyian yang berbeda. Begitu juga dalam hasil karya, setiap daerah mempunyai hasil karya yang berbeda dan menjadi ciri khas daerahnya masing-masing.

Keanekaragaman budaya Indonesia dari Sabang sampai Merauke merupakan aset yang tidak ternilai harganya, sehingga harus tetap dipertahankan dan dilestarikan. Ada sebagian warga Indonesia yang tidak mengetahui ragam budaya daerah lain di Indonesia, salah satunya budaya melukis tubuh di Mentawai, Sumatra Barat, tindik sebagai tanda kedewasaan dan masih banyak kebudayaan lain yang belum tereksplorasi.


Kamis, 12 November 2020

PENYEBARAN PENDUDUK INDONESIA

Sagulung Terbanyak, Bulang Paling Sedikit

1 min read



BADAN Pusat Statistik (BPS) Kota Batam mencatat di tahun 2018 jumlah warga Batam mencapai 1.329.773. Dari angka tersebut, penduduk terbanyak tinggal di Sagulung, yakni 275.259 orang atau 20,7 persen.

BPS juga mencatat dari 12 kecamatan di Batam, ada empat yang memiliki kelebihan khusus. Di antaranya:

SAGULUNG
Kecamatan dengan laju pertumbuhan penduduk tertinggi di Batam, yakni 6,41%. Jumlah penduduk Sagulung itu 27 kali penduduk Kecamatan Bulang.

BENGKONG
Kecamatan dengan kepadatan penduduk tertinggi di Batam, yakni 8.317 jiwa per kilometer persegi. Ini yang bikin Bengkong itu kelihatan padat dan kumuh. Ternyata di sinilah yang paling padat penduduknya.

GALANG
Kecamatan dengan daratan terluas di Batam, yakni 2.018,49 km2.

BULANG
Kecamatan dengan penduduk paling sedikit di Batam, yakni hanya 10.012 jiwa. ***
_________
Sumber: https://katabatam.com/ dan BPS Kota Batam

Grafis: Tim Riset dan Data KataBatam 

Kamis, 15 Oktober 2020

HUTAN MANGROVE DI BATAM SEMAKIN TERKIKIS PERMUKIMAN



Kawasan hutan mangrove Kota Batam terus dirusak untuk keperluan pengembangan permukiman, sebagai dampak dari tingginya kebutuhan akan perumahan di kota industri tersebut.

Berdasarkan pantauan, Sabtu (29/11), hutan mangrove yang sengaja dibabat untuk pembangunan permukiman antara lain di Kampung Melayu, Nongsa Batam. Mangrove yang sebelumnya lebat kini sebagian ditebang untuk kavling.

"Sebenarnya sayang kalau ditebang. Karena mangrovenya indah dan menjadi daya tarik pengunjung pantai," kata seorang warga Batam, Ali.

Pihak penebang menyatakan, kawasan yang ditumbuhi bakau tersebut merupakan lahannya dan tidak mengetahui jika penebangan bakau dilarang.

"Ini lahan sudah saya beli. Saya tidak tahu kalau harus izin untuk menebang bakau di lahan sendiri," kata M Nur yang mengaku memiliki lahan tersebut.

Walaupun lahan miliknya ditumbuhi bakau, kata dia, namun masih jauh dari pantai.

"Ini masih sekitar 600 meter dari pantai. Jadi akan dijadikan kavling. Lagian ini juga masuk kampung tua," katanya.

Anggota Tim Verifikasi Kampung Tua Batam, Zailan Abas mengatakan pengukuran Kampung Tua pada kawasan tersebut belum selesai, dan karena itu tidak boleh ada pihak yang mengklaim wilayahnya masuk dalam pengukuran.

"Tim masih bekerja menentukan titik-titik batas dan luasannya. Jadi tidak boleh ada yang mengklain lahannya masuk kampung tua. Apalagi itu kawasan hutan bakau yang dilindungi," katanya.

Ia mengatakan, kawasan yang dibabat bakaunya untuk dijadikan kavling posisinya tidak lurus dengan batas titik-E (koordinat pengukuran kampung tua) dan berbatasan langsung dengan kawasan wisata.

Selain kawasan tersebut, penimbunan mangrove untuk keperluan pembangunan juga terjadi pada pantai Kampung Belian dengan luasan diperkirakan mencapai 100 hektare.

Kegiatan tersebut sempat menyulut kemarahan nelayan Nongsa Batam karena mematikan wilayah tangkapan hasil laut berupa kerang, kepiting, udang, gonggong yang banyak tumbuh pada kawasan tersebut.

Kepala Dinas Kelautan Perikanan Pertanian dan Kehutanan Kota Batam Suhartini mengatakan ihaknya selama ini kesulitan melakukan pengawasan karena petugas yang minim.

Sumber:Antara