ANDA PENGUNJUNG KE :

Jumat, 04 Mei 2018

KELULUSAN


Minggu ini lagi booming mengenai kelulusan SMA/SMK.
Biasanya ada “ritual” habis kelulusan.
Ya….coret-coret baju.

Seperti malam ini saat saya mengantar istri ke tempat pelatihan di salah satu hotel di Batam.
Di jalan kami berpapasan dengan anak-anak sekolah dengan seragam SMA yang sudah penuh coretan.
Mereka konvoi menggunakan sepeda motor.

Melihat eufaria seperti itu saya langsung teringat saat kelulusan SMA.
Saya dan teman-teman satu kelas juga melakukan hal yang kurang lebih sama seperti mereka.
Saat itu dalam pikiran kami coret-coret baju adalah hal yang menyenangkan.
Walaupaun dari pihak sekolah melarang namun ada juga teman-teman yang sudah menyiapkan cat semprot di dalam tas.

Entah sejak kapan “ritual” tersebut menjadi tradisi.
Yang jelas setiap tahun saya masih melihatnya.
Apakah itu mewakili masa depan mereka yang penuh warna nantinya?
Entahlah...hanya waktu yang bisa menjawab.

Ngomong-ngomong dimana baju kelulusan anda sekarang?




Selasa, 03 April 2018

NEGERI YANG BERNAMA INDONESIA



Reklamasi di Jakarta bikin heboh satu negara
Meikarta di pulau Jawa orang Sumatera hingga Papua hanya tahu dari berita

Ada gubernur yang korupsi 3 Milyar
Setiap hari tayang di media
Ada pemilik Bank yang korupsi 3.500 Milyar
Namun tak muncul di media sehingga kabur ke negara singa

Kemarin ada berita tentang masuknya ribuan TKA
Ditengah ribuan mayarakat yang bingung mau kerja apa
Langsung dihujani dengan ratusan ribu ton beras impor masuk ke negeri yang katanya kaya

Beras belum sudah garam pun akan segera tiba
Memenuhi negeri yang katanya diapit dua samudera
Belum selesai itu semua masalah cacing jadi trending utama
Mengalahkan  hutang negara yang luar biasa

Saat kita sibuk mempelototi media muncul nenek yang tak beretika
Mengaku ber Pancasila namun agama dia hina
Belum cukup rupanya para penista
Melepas dahaga akan agama yang tak dianutya

Negeri yang aneh luar biasa
Satu berita muncul yang satunya pasti menyusul
Entah apa yang sedang berlangsung
Semoga tidak ada rencana terselubung

                                                                                                               




Selasa, 06 Maret 2018

PULANG


Saya  adalah orang yang sulit melupakan kejadian “luar biasa” yang saya alami dalam hidup ini.
Seperti :
Film bioskop pertama yang saya tonton
Kapan saya pertama kali tenggelam saat mandi di sungai
Kapan saya bisa berenang pertama kalinya
Kapan saya mulai bisa bawa sepeda
Dan kapan tangan saya terkilir
Menyenangkan masih bisa mengingat itu semua

Dan hari ini saya mendapat kabar kalau salah seorang teman SMA saya meninggal dunia
Langsung ingatan tentang dia berkelebat
Saya dan dia pernah satu kelompok saat MOS di SMA
Orangnya supel dan enak diajak ngobrol
Walau tidak pernah satu kelas selama di SMA setiap berpapasan di sekolah kami selalu saling sapa

Dan beberapa bulan lalu teman saya ini menjadi salah seorang penggagas donasi untuk salah seorang teman SMA kami yang mengalami kecelakaan di negara tetangga
Namun sekarang dia yang pulang lebih dulu mengahadap-Nya

#alfatihah


Minggu, 10 Desember 2017

CHRISYE



Sudah menonton film CHRISYE?
Saya sudah.
Kalau boleh saya bilang film ini merupakan salah satu film bagus ditengah boomingnya film superhero made in hollywood saat ini.
Bagian yang berkesan bagi saya adalah saat Chrisye selesai mengadakan konser tunggal yang katanya adalah konser tunggal pertama untuk penyanyi solo Indonesia saat itu.
“ Kemaren saya diangkat seinggi-tingginya dan pagi ini saya merasa dihempaskan ke bawah lagi. Saya merasa ada yang kosong dalam hidup ini ”.
Ini adalah penggalan kalimat  yang diucapkan Chrisye setelah konsernya berjalan sukses.

Ini adalah awal dari seorang Chrisye menciptakan lagu yang konon katanya hanya sekali dinyanyikan yaitu pada saat rekaman saja.
Lagu itu berjudul “Ketika Tangan dan Kaki Berkata”.
Lagu ini hasil kerjasama Chrisye dengan sastrawan Indonesia yaitu Taufiq Ismail.

Sebuah lagu yang berhasil melumpuhkan seorang Chrisye.
Sebuah lagu yang membuat seorang Chrisye harus meminta sang istri datang menemaninya rekaman dan shalat khusus untuknya.
Sebuah lagu yang membuat orang mendengarnya ikut “bergetar”.
Kenapa lagu ini begitu berbeda?

Silahkan kamu nonton sendiri filmnya.
Dan jangan lupa siapkan tisu.^_^

Rabu, 06 Desember 2017

UJIANNN...? SIAPA TAKUT !!

Sekarang lagi musim ujian sekolah ya.
Bicara ujian saya teringat saat di SMA .
Bagi saya ujian merupakan momen yang mendebarkan dan menyenangkan.
Mendebarkan karena kemampuan dalam memahami pelajaran selama 6 bulan akan di uji dan dan menyenangkan setelah ujian bisa liburrrrr.

Biasanya kalau musim ujian saya akan mempersiapkan diri dengan semaksimal mungkin (versi saya ya..^_^).
Selesai shalat magrib biasanya saya langsung belajar dengan semangat.
Namun biasanya hanya 30 menit jiwa dan raga ini bisa fokus melihat tulisan di catatan saya.
Setelah itu mulailah pikiran saya tergoda untuk menonton karena biasanya kalau pas ujian film yang tayang bagus-bagus.
Dengan janji dengan diri sendiri untuk belajar sebelum shubuh belajar malam itu biasanya bisa berakhir lebih cepat dari yang direncanakan.

Kalau bosan belajar sendiri sesekali saya pergi belajar ke rumah teman yang tinggal tidak beberapa jauh dari rumah.
Namun sayangnya teman saya ini punya kebiasaan baru bisa belajar saat tengah malam.
Tidak jarang saya jadinya belajar sendiri di depan tv rumahnya sambil sesekali melirik film yang sedang tayang.
Efektif? Jelas tidak karena biasanya otak saya lebih cepat menangkap adegan di film dibandingkan tulisan "rapih" yang ada di buku catataan.

Saat musim ujian saya juga punya kebiasaan bangun dini hari untuk belajar.
Walaupun sekitar 30 menit sebelum shubuh waktu ini saya rasa paling optimal untuk memahami apa yang saya baca.

Untuk mengoptimalkan hasil belajar tidak jarang saya juga memanfaatkan waktu di dalam angkot menuju sekolah.
Namun biasanya lebih banyak bercanda dan saling ledek dengan teman dibandingkan melihat tulisan yang ada di buku saya.
Kondisi seperti ini sangat tidak efketif dan saya pikir sepertinya ini hanya ajang supaya dibilang rajin dimata teman-teman. ^_^

Sampai di sekolah  bisanya debaran jatung ini meningkat.
Apalagi ditambah melihat teman-teman yang sibuk membaca di depan kelas.
Dan kondisi ini bisa membuat saya latah untuk ikut bolak balik buku.
Padahal otak sudah tidak mampu lagi memahami apa yang saya baca.

Pada saat ini seperti ini biasanya omongan beberapa teman yang sibuk ngobrol saat yang lain buka buku ada benarnya.
“Sudahlahh….jangan banyak baca saat waktu ujian semakin dekat. Nanti hafalan sebelumnya bisa lupa”.
Entah dari mana rayuan maut ini mereka pelajari namun biasanya berhasil membuat saya “bergabung” dengan mereka.

Ujian oh ujian…!!!



Selasa, 05 Desember 2017

SI DAFFA

Kali ini saya akan bercerita tentang adik saya Daffa.
Nama lengkapnya Daffa Faishal.
Lahir 25 Januari 2005.
Saat dia lahir saya duduk di kelas 3 SMA .
Anak “nyempil” kata sebagian orang.
Awalnya canggung setelah sekian tahun tidak ada adik lagi.
Namun semua menjadi menyenangkan apalagi setelah tahu ada teman satu kelas yang punya adik mendadak seperti saya.

Saat usia beberapa bulan adik saya ini lucu sekali.
Kulit putih, rambut keriting kecil-kecil kemerahan, dengan garis wajah mirip ayah.
Bikin gemassss..

Saat usia sekitar  1 tahun setiap mendengar musik dia akan ikut bergoyang.
Dan sekitar umur 3 tahun dia sudah hafal irama lagu Justin Bieber yang berjudul  “baby”.
Tidak jarang kalau dia lagi sendiri atau dikamar mandi dia sering bersenandung lagu tersebut.

Suatu waktu dia membuat drum dari kaleng kosong yang dicarinya entah dimana.
Setelah jadi mulailah dia bergaya seperti drummer yang di tv.

Ayah akhirnya membelikan gitar kecil/ukulele untuk Daffa.
Tahu kemana dia sering bawa gitarnya itu?
Ke simpang empat dekat mesjid.
Disana dia genjrang genjreng sendiri.
Bahkan kalau dia pulang dari main dan melihat ada anak-anak muda main gitar di sana cepat-cepat dia ambil gitarnya dan lari ke simpang tersebut dengan langkah terseok-seok karena gitar yang seukuruan setengah tubuhhya.
Bergabung dengan mereka yang selalu menyambutnya dengan senyum.

Sekarang dia sudah duduk di kelas 7 SMP.
Dengan tinggi sebahu saya, badan kurus serta kulit kehitaman karena sibuk latihan silat.
Dia lah sekarang yang menemani Ama di rumah semenjak Ayah kembali pada-Nya hampir 4 tahun lalu.
Selamat ujian adikku dan semoga mendapatkan hasil terbaik.

Batam, 6-12-2017



Minggu, 03 Desember 2017

ALEK RANG RANTAU

Akhir minggu lalu saya dan istri jadi panitia pernikahan salah seorang kerabat.
Berhubung jumlah keluarganya yang sedikit sang kerabat meminta bantuan kami untuk jadi panitia dari pihak keluarga perempuan.
Sedikit informasi kerabat ini akan berbesan dengan sesama orang Minang yang sudah lama di Batam.
Calon besan dari kerabat ini bekerja di perusahaan Singapura yang ada di sini.
Sedangkan calon menantunya bekerja di Australia dan sedang menyelesaikan S2 di negara kangguru tersebut.
Kata istri calon marapulai mirip orang Filiphina karena kulitnya yang putih  bersih.

Dari kesepakatan semua acara akan full minang.
Bahkan mereka ingin ada acara sambutan berbalas pantun dari kedua mempelai.
Bagi anda orang Minang pasti tahu hal ini.
Kalau di Betawi ini mirip dengan acara “palang pintu”.

Saya agak terkejut dan  merasa senang karena masih ada juga orang yang ingin menggunakan adat seperti itu untuk yang sudah lama di rantau.
Dan sedikit  bocoran hal ini sempat menimbulkan sedikit kepanikan dari pihak mempelai perempuan untuk mencari siapa orangnya.
Maklum karena sudah lama dirantau banyak mamak-mamak yang agak sedikit lupa tentang adat seperti itu.

Dari konsep yang disepakati seluruh panitia yang laki-laki memakai jas dan perempuan berkebaya.
Awalnya sedikit canggung karena ini kali pertama saya berpakaian jas lengkap.
Berhubung saya tidak punya akhirnya jas papa mertua harus di import dari Padang. (terima kasih mama mertua ^_^)
Salah satu yang menarik dari pesta di salah satu hotel di Batam tersebut adalah penampilan tari piring.
Sampai bagian penarinya menari diatas pecahan piring kami semua panitia tanpa sadar meninggalkan tempat yang sudah ditentukan dan mendekat untuk melihat lebih jelas. ^_^
Ada sesuatu yang berbeda melihat kesenian daerah sendiri di perantauan.
Anda yang dirantau pasti pernah mengalaminya.

Oh ya ada hal lucu saat calon anak daro mendengarkan kami berdiskusi tentang acara pernikahan.
Mungkin karena terbawa suasana jadilah kami yang awalnya berbahasa Indonesia tanpa sadar menggunakan bahasa minang dengan gaya masing-masing.
Akhirnya setelah beberapa lama mendengarkan calon “anak daro” menyela dan minta tolong kalau pembicaraan dengan bahasa Indonesia karena dia tidak mengerti.
Hahaha…pantas wajahnya dari tadi flet saja. Ternyata dia bingung menangkap maksud dari pembicaraan kami.
Mungkin karena sudah tidak dibiasakan dari kecil dan sekarang dia juga bekerja di Jakarta jadilah bahasa ibunya sudah tidak paham lagi.

Iyo ndak tu sanak.