ANDA PENGUNJUNG KE :

Rabu, 29 November 2017

RUMAH SAKIT (I HATE YOU!!)

Hari ini saya tidak enak badan.
Mungkin karena perubahan cuaca yang sebentar panas sebentar hujan.
Ditambah antibodi yang tidak bagus.
Hasilnya flu plus kepala pusing dan mata  berair.

Bicara mengenai sakit alhamdulilah sampai di usia sekarang belum pernah sakit yang terlalu berat apalagi sampai di rawat.
Semoga saja tidak pernah dalam sisa umur ini.
Jujur saya sangat tidak suka dengan suasana rumah sakit.
Wajah-wajah orang yang sakit, tampilan capek dari yang menunggu plus aroma obat-obatan yang menyebar ke segala penjuru ruangan.
Benar-benar bisa bikin yang sehat jadi ikutan sakit.

Selain  itu rumah sakit selalu mengembalikan kenangan yang tidak akan terlupakan saat Ayah masuk ICU.
Selama satu minggu Ayah harus di rawat di ICU untuk pemulihan kondisi yang lebih baik.
Selama itu pula saya, istri, Ama dan adik perempuan saya satu-satunya Widya bergantian menjaga.
Yang membuat saya bertambah sedih adalah melihat Ama yang letih dan sedih karena bolak balik ke rumah sakit.
Sekarang Ayah sudah tenang dan tidak akan sakit lagi karena sudah berada di sisi-NYA.




Selasa, 28 November 2017

SATE

Apa sarapan favorit anda ?
Walaupun saya pemakan segalanya saya tidak ragu kalau ditanya apa sarapan kesukaan saya, saya akan jawab sate.
Ya sate.
Tapi sate yang ini spesial dan ada di kampung saya di Muaralabuh, Solok Selatan, Sumatera Barat.
Kenapa spesial? Karena sate ini buka jam 05.00 WIB .
Ya anda tidak salah baca jam 5 pagi.

Selain waktu bukanya yang tidak biasa sate ini mempunyai rasa yang khas dan sampai saat ini saya belum menemukan rasa yang mendekatinya.
Kuahnya yang pedas bercampur dengan gilingan kacang yang agak kasar plus daging sapinya yang empuk membuat saya tidak ragu untuk nambah setiap kali datang.
Didukung dengan udara yang sejuk saat shubuh di kampung saya yang dikelilingi oleh perbukitan.
Kalau boleh pinjam kata-kata Pak Bondan……maknyusssss…..!!

Tapi ingat jangan coba datang jam 6. Dijamin bisa tidak kebagian. Kalaupun masih ada mungkin tinggal ketupatnya saja.
Karena travel-travel yang mau ke Padang atau ke pusat Kabupaten kami mayoritas sarapan disana.
Dan tidak jarang juga harus mengantri agak lama karena banyaknya orang yang mau sarapan disana.

Sate ini biasa kami menyebutnya sate Ajo.
Mungkin diambil dari nama panggilan dua orang yang menjual sate tersebut.
Dan mereka sama-sama dipanggil Ajo karena berasal dari daerah yang sudah melegenda dengan satenya di Provinsi kami yaitu Pariaman.
Sate ini sudah ada sejak lama. Kalau saya tidak salah ingat saat kami sekeluarga balik kampung pada saat saya naik kelas 4 SD sate Ajo ini sudah ada.
Sampai sekarang sate Ajo ini masih ada dan setiap saya mudik pasti tidak lupa untuk sarapan disana.

Biasanyo duo Ajo ini akan melihat saya agak lama karena mungkin jarang melihat saya.
Setelah saya kasih tahu nama Ayah saya baru Ajo akan bilang “ooo....anak Si Edi pantaslah raso-raso pernah caliak ”. (ooo…anak si Edi pantas saja rasa-rasa pernah melihat). ^_^
Ya dua ajo ini adalah kawan lama Ayah saya saat masa muda.
Dan kalau sudah saya sebutkan nama Ayah biasanya ada bonus daging untuk saya. ^_^
Namun sampai sekarang saya tidak pernah tahu nama asli dari dua Ajo tersebut.

Apa sarapan anda pagi ini?

Selasa, 21 November 2017

MENGANTRI YUKS !

Konon katanya Jepang merupakan salah satu negara yang sangat displin. Semua serba teratur.
Saya rasa anda pasti sudah mengetahuinya.
Contohnya adalah tentang mengantri. Sejak kecil anak-anak sekolah di sana sudah di latih untuk belajar mengantri.
Dari yang saya baca katanya pengajar disana akan merasa gagal kalau anak didiknya tidak bisa untuk mengantri.
Karena katanya dengan belajar mengantri akan membentuk karakter yang disiplin dan saling menghargai satu sama lain.

Walaupun begitu mengantri adalah suatu hal yang saya tidak suka.
Apalagi kalau mengantrinya lama dan di saat terburu-buru untuk urusan lain.
Seperti kemaren saat saya mengantri untuk membayar tagihan air bulanan disalah satu loket pembayaran.
Di lantai satu saya disambut oleh security yang menayakan keperluan saya.
Setelah saya katakan kalau saya ingin membayar tagihan bulanan security langsung mengarahkan saya ke meja yang berada di dekatnya untuk mengambil nomor antrian.
Disini saya disambut dengan mba-mba yang sudah tersenyum manis dan saya yakin itu hasil pelatihan dari kantornya.

Untuk pembayaran saya harus naik ke lantai dua.
Di sana ternyata sudah ada beberapa orang yang lebih dulu dari saya.
Setelah dapat tempat duduk di rungan ber-ac tersebut saya mencek no antrian dengan melihat layar nomor antrian di bagian atas loket pembayaran.
Ternyata ada 11 orang sebelum saya.
Wahh…lama juga padahal saya buru-buru.
Mau tidak mau saya harus menunggu dan berusaha menyamankan diri sambil menunggu giliran.

Tidak berapa lama ada seorang ibu yang datang bersama anaknya dan duduk sebaris dengan saya.
Saat no antrian selanjutnya di panggil si ibu langsung berdiri dan bilang mau membayar tagihan kepada petugas loket.
Wah cepat juga ya baru datang sudah di panggil nomornya pikir saya.
Namun saat si ibu sampai di loket pembayaran ada seorang pemuda yang juga berjalan dan langsung berhenti begitu melihat si ibu sudah di loket.
Kenapa ada dua orang yang maju ya, pikir saya lagi.
Saya melihat ke seantero ruangan dan saya perhatikan semua orang yang sedang mengantri juga memasang wajah keheranan.
Lalu kami melihat ke arah security yang berdiri di dekat loket pembayaran dengan pandangan bertanya.
Si security yang berbadan tegap tersebut juga memasang wajah heran dan hanya nyegir untuk menjawab pertanyaan dari tatapan kami.

Setelah selesai membayar dengan tenang nya si ibu turun kembali dengan menggandeng anaknya tanpa melihat ke arah kami yang sedang mengantri.
Saat nomor berikutnya dipanggil ternyata sama dengan nomor sebelumnya dipanggil dan si pemuda yang tadi berhenti berjalan ke loket maju ke depan.
Ternyata dialah pemilik nomor antrian yang ditikung oleh si ibu.

Anda pernah mengalaminya?
Katanya untuk menjadi seseorang yang besar kita harus memulainya dari hal kecil. Seperti mengantri.
Setelah terbiasa akan terasa ada yang kurang atau merasa bersalah kalau “lupa” melakukannya.
Karena setiap pohon beringin yang rindang berasal dari biji yang kecil bukan.

Sudah antri untuk apa anda hari ini?

#salamantri





Sabtu, 18 November 2017

MENIRU SIAPA TAKUT !!



18-11-2017

Sore ini saya melihat sesuatu yang menarik.
Setelah selesai mengambil wudhu untuk shalat Magrib di suatu mesjiid saya berpapasan dengan seorang anak laki-laki kecil yang berumur kira-kira 3 tahun berjalan ke tempat wudhu bersama Ayahnya.
Saat akan memasuki tempat wudhu si Ayah berhenti untuk menggulung celana panjangnya agar tidak basah saat wudhu.
Si anak kecil pun ikut berhenti dan meniru gerakkan Ayahnya menggulung celana.
Melihat hal tersebut si Ayah bilang “ abang kan pakai celana pendek “
Dan si anak kecil merespon dengan senyum polosnya.
Saya tersenyum lebar saat melihat adegan tersebut.

Melihat hal itu saya teringat saat kecil dulu.
Saat mau pergi sekolah saya selalu memakai minyak rambut milik Ayah .
Minyak rambut gel keras berwarna kuning itu merupakan salah satu merek minyak rambut yang ngetrend saat itu.
Setelah seluruh rambut diolesi minyak baru kemudian saya sisir.
Tidak jarang saya memakainya kebanyakan. Sehingga rambut saya menjadi kaku dan sulit disisir.

Bahkan beberap kali  parfum ayah yang biasa di letakkan dalam lemari pakaian, saya pakai diam-diam.  
Dan saya selalu berusaha mengembalikannya persis dengan posisi yang sama seperti saat saya mengambilnya dengan tujuan supaya tidak ketahuan.
Namun setelah dewasa saya baru tahu kalau memakai parfum itu tidak bisa di bohongi karena wanginya yang menyengat.
Setelah melakukan hal tersebut barulah saya merasa tambah percaya diri dan siap untuk berangkat sekolah.

Semua itu terjadi mungkin karena saya terbiasa melihat ayah melakukannya sebelum pergi ke luar rumah.
Mungkin benar kutipan yang pernah saya baca yaitu “bagi dunia orang tua dalah seseorang, namun bagi anak orang tua adalah dunianya”.

Sungguh beruntung bagi anak-anak yang bisa melihat figur orang tua yang baik dan menirunya.
Namun bagaimana dengan anak-anak  yang tidak sempat bertemu orang tua atau figur baik yang dapat dicontohnya.
Apakah salah si anak kalau dia nanti meniru dari lingkungan sekitarnya, dari teman-temannya atau dari segala yang dia lihat di luar sana?

Saya rasa anda yang lebih paham layak menjawabnya.
Namun satu hal yang saya tahu anak adalah peniru yang hebat.

#Salamtiru.


Kamis, 16 November 2017

HUJAN NOVEMBER

Pagi ini di kota tempat saya tinggal hujan.
Saya jadi  ingat saat SD dulu di kota empek-empek.
Sedikit informasi dari TK sampai kelas 3 SD saya menjalaninya di Belitang, Gumawang, Ogan Kombring Ulu, Palembang, Sumatera Selatan.

Dari rumah ke sekolah saya biasa diantar oleh Ayah dengan sepeda.
Saat kelas 3 SD saya di kasih hadiah jaket hujan buatan sendiri oleh Pak Wo saya yang memiliki usaha di bidang konveksi.
Saat saya pakai panjang jaketnya sampai ke lutut. Dan ada penutup kepalanya dengan tali supaya tidak mudah lepas.
Saking sukanya dengan jaket itu saya sering memakainya saat tidak hujan.
Apalagi saat hujan. Saya tidak pernah lupa memakainya ketika dibonceng duduk di bagian depan sepeda bersama ayah.
Saya merasa hebat sekali saat sampai di sekolah tanpa baju seragam saya menjadi basah.

Dan bulan November ini adalah puncaknya musim hujan.
Namun pagi  ini saya menyadari satu hal.
Saya melihat banyak pengendara sepeda motor berteduh di halte busway, di bawah pohon rindang atau di ruku-ruko yang memang banyak di kota ini.
Saya rasa mereka tahu kalau negara kita ini adalah negara tropis dengan 2 musim yaitu musim hujan dan musim panas.
Jadi kalau musim hujan seperti sekarang seharusnya sudah menyiapkan mantel untuk jaga-jaga kalau dalam perjalan turun hujan.
Dan setelah saya ingat-ingat kembali ternyata hal seperti ini terjadi setiap musim hujan.

Apakah mereka lupa membawa mantelnya?
Atau mereka lupa kondisi iklim negara yang sangat kaya sumber daya alam ini ?

Entahlah saya rasa mereka punya alasan yang kuat.
Seperti para pejabat di negeri ini yang selalu punya alasan kenapa semua harga kebutuhan terus naik.

Sudah dulu ya berhubung hujan sudah reda saya harus jalan lagi ke tempat kerja.

Salam November.

Rabu, 15 November 2017

RAMBUT OH RAMBUT

Potong rambut
Apa yang anda ingat kalau mendengar kalimat potong rambut?
Kalau saya teringat saat SMA. Ya razia rambut.
Mendengar hal tersebut selalu berhasil membuat  jantung saya deg-degan .
Biasanya untuk hal seperti ini guru-guru saya selalu kompak merahasiakan waktunya.
Para guru akan bekerjasama mengalihkan perhatian kami di kelas supaya kami tidak sadar di kelas sebelah sedang terjadi “pembantaian”.
Setelah itu tibalah giliran kami.

Walaupun saya merasa rambut saya sudah pendek saat razia debaran jantung ini tidak berkurang .
Biasanya rambut yang dapat satu genggam langsung kena potong.
Begitupun untuk rambut yang sudah sampai telinga.
Dan guru-guru saya sering melakukannya sambil tersenyum hangat. (ckrek…ckrek..ckrekk..)

Bagi kami di usia menjelang dewasa ini rambut adalah bagian yang sering mendapat perhatian ekstra. Bahkan ada teman saya yang selalu membawa sisir supaya tampilan rambutnya tetap prima.
Ada satu kejadian yang paling saya ingat dengan razia rambut.
Saat itu kami yang berada di kelas “terdepan” sedang belajar.
Datanglah serombongan guru ke kelas.
Kami yang belum menyadari maksud dan tujan kedatangan mereka tetap santai .

Namun setelah diberitahu kalau kedatangan bapak-ibu guru adalah untuk memberikan salon gratis barulah kami gelisah.
Saya berusaha merapikan rambut dengan menekan-nekannya supaya terlihat tipis.
Dan sepertinya berhasil karena saat melihat saya sang guru hanya lewat dengan memberikan tatapan hangat.
Namun ada beberapa teman yang kena dalam razia kali ini.
Mereka protes dan beralasan kalau rambut mereka masih pendek.
Namun maaf kawan alasan kalian kali ini tidak diterima. (ckrek..ckrek…ckrek..)

Sedikit “kejam” namun sesekali disiplin memang perlu ditegakkan dengan cara tegas.
Bagaimana zaman now??
Anda pasti lebih tahu dari saya.


Apa model rambut anda hari ini?

Selasa, 14 November 2017

LANCAR

UHUKK…UHUKKK….
Hari ini tenggorakan saya bermasalah.
Dibawa bicara terasa serak ada rasa nyangkut-nyangkut gitu
Mungkin karena minggu ini saya kebanyakan makan yang berminyak ya.
Maklum kalau musim hujan seperti ini memang enak yang berkuah, pedas dan panas.

Dari pagi saya minum air hangat. Sudah bergelas-gelas habis.
Menurut informasi katanya air hangat bagus untuk tubuh dibanding air dingin.
Betul apa tidaknya silahkan anda cari tahu sendiri dengan yang lebih ahli.
Yang saya rasakan tenggorokan lebih plong dan bicara lebih lancar .

Bicara tentang LANCAR saya ingat kejadian beberapa tahun lalu.
Belum teralu lama juga sekitar 3 tahun lalu.
Waktu itu saya ikut tes pekerjaan di salah satu kota di Kepulauan Riau.
Jadilah dari Pekanbaru saya dan istri pergi ikut tes tersebut.

Di Kota tempat kami tes kami tinggal di rumah kenalan yang sekarang sudah saya anggap seperti saudara kandung
Kami dipinjamkan kendaraan untuk pergi test, dibawa jalan-jalan dan wisata kuliner.
Sungguh baik orangnya.

Malam hari setelah ikut tes  abang angkat saya itu mengajak kami berdua bicara.
Dia bilang terus terang kalau disini untuk lolos tes harus ada “pelancar”nya.
Dia kasihan lihat kami yang jauh-jauh datang untuk tes.
Dan dia mau bantu carikan jalan supaya salah satu diantara kami diterima.
Sebenarnya sebelum memasukkan lamaran kami sudah mendengar kalau kota yang akan kami ikuti tes tersebut sudah “biasa” hal-hal seperti itu.
Atau mungkin sudah menyeluruh ke daerah-daerah lain di negara tercinta ini? Saya rasa anda lebih tahu dibanding saya.

Dengan terus terang kami bilang kalau kalau kami tidak mempunyai sesuatu yang dibutuhkan untuk “memperlancar” hasil tes kami itu. 
Untuk pergi saja kami sudah menguras simpanan dan pinjam dengan keluarga.
Kami pasrah dan mencoba meyakinkan diri kalau rezki tidak bakalan kemana.

Bulan demi bulan berjalan kami terus berdoa dan berharap hasil tes tersebut membawa hasil yang menggembirakan. Dan itu pun jadi kenyataan. Saya diterima.!!!

Ditengah rasa gembira yang kami rasakan saya masih tidak menyangka bisa diterima.
Apalagi kondisi zaman now yang seperti itu adalah hal biasa.
Saya yakin anda juga tidak percaya.
Namun itulah yang terjadi. 
Bahkan abang angkat saya pun tidak menduga saya bisa diterima.

Senang dan tidak percaya bercampur jadi satu.
Ah…ternyata dalam hidup ini tidak semua jalan harus ada “pelancar”. Masih ada tol-tol yang tidak butuh “pelancar” .
Sudah dulu ya berhubung gelas saya sudah kosong saya mau ambil minum lagi supaya tenggorakan saya  ikutan lancar.

Salam lancar.






Jumat, 10 November 2017

KOPIKU

Siang ini masih di tempat kerja karena hujan.
Dilihat dari polanya bakalan awet samapai sore.
Sambil nunggu reda gak salah juga ditemani secangkir kopi. (slurupp...)
Plus wifi yang excellent he.he.he.

Ngomong-ngomong soal kopi saya sebenarnya tidak terlalu suka.
Namun kali ini rasanya pengen sekali minum kopi.
Jadilah secangkir kopi manis menemani berselacar di dunia maya.

Saya sebenarnya masih heran kenapa banyak orang yang suka minum kopi.
Bagi saya secara penampilan kopi itu gak menarik.
Hitam plus pahit .
Namun setelah di campur air panas dan ditambahkan gula munculah aroma yang membuat orang ingin mencicipinya.
Bagi saya yang bukan pencinta kopi aroma dari seduhan kopi itu sedappp...menenangkan dan bikin penasaran.
Tidak sedikit yang suka dicampur krim atau susu.
Jadilah kopasus = kopi pakai susu.

Selain itu menurut saya secangkir kopi itu sama dengan kehidupan.
Ada pahit, manis, dan wangi.
Seperti hidup  yang ada rasa pahit karena kehilangan orang tersayang seperti orang tua, kakak, adik, famili atau teman.
Rasa manis itu sama seperti saat berhasil meraih impian, bisa membeli sesuatu yang sangat diinginkan sejak lama, dapat nilai bagus saaat ujian, dapat pekerjaan dan jatuh cinta.
Dan rasa wangi itu seperti bisa berbagi rasa manis tadi dengan orang tua, istri, suami, abang, kakak, dan teman-teman.

Bagi saya itulah arti secangkir kopi.
Bagi anda bisa setuju dan boleh juga tidak setuju.
Tidak usah terlalu dipikirkan karena ini hanya coretan saat menunggu hujan reda.
Berhubung kopi saya mulai dingin saya ingin menikmtinya dulu sambil menonton video dari murid-murid saya yang baik hati.

Terimakasih Nur dan Sarmila. ^_^


SIAPA MEREKA

- Apakah mereka keluargamu?
+ bukan
- Apakah mereka kenalan lamamu?
+ bukan
- Apakah mereka sangat berarti bagimu?
+ Ya
- Kenapa?
+ mereka memang bukan keluarga....namun, setelah bertemu mereka membuatku merasa berada ditengah keluarga , bisa tertawa bersama, bercerita tentang mimpi-mimpi yang akan di gapai dan banyak lagi.
+ mereka memang bukan kenalan lama.....namun bersama mereka seakan kami sudah bertemu lama, bisa bercerita apa saja,
+ mereka sangat berarti karena bersama mereka aku tahu bagaimana tertawa lepas , tanpa beban, tanpa pura-pura. Saat raga ini mulai lelah wajah-wajah penuh semangat mereka yang membuat kaki ini terus melangkah.
Teruslah berjuang demi masa depan yang kalian impikan, dan demi impian orang-orang tersayang. ^-^